Artikel, Kultur Masyarakat, Motivasi

Indonesia dan Mitos ” RATU ADIL ” ( Ini Persepsi Saya )


Selamat pagi menjelang siang untuk semua pembaca https://insthink.wordpress.com/

Di pagi yang dingin dan sedikit mendung ini, saya ingin sedikit membahas tentang mitos yang menurut saya membuai masyarakat Indonesia  dari zaman dahulu sampai sekarang, dari yang tua sampai yang muda. Sedikit saya ingin mengupas mengenai ” RATU ADIL ” menurut persepsi saya, yang konon sang Ratu Adil ini akan datang dan membawa Indonesia keluar dari zaman kesengsaraan menuju zaman keemasan / kejayaan.

Mitos ” RATU ADIL ” ini sudah tertanam di dalam benak masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu kala, zaman kerajaan Hindu Budha mungkin😀 hehehehe ( Karena waktu zaman itu saya belum lahir )

ratu-shima-sang-dewi-kejujuran-dari-kalingga

Berdasarkan berbagai sumber yang saya baca, bahwa mitos mengenai Ratu adil ini berasal dari sebuah Ramalan seorang tokoh bernama Jayabaya.

Ramalan Jayabaya atau sering disebut Jangka Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kediri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yang dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga. Asal usul utama serat ramalan Jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yang digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keasliannya, tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yang menuliskan bahwa Jayabaya yang membuat ramalan-ramalan tersebut. ( Wikipedia )

” Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, musuh takut dan takluk, tak ada yang berani “

Meskipun demikian, kenyataannya dua pujangga yang hidup sezaman dengan Prabu Jayabaya, yakni Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, sama sekali tidak menyebut bahwa Prabu Jayabaya memiliki karya tulis dalam kitab-kitab mereka yang berjudul Kakawin Bharatayuddha, Kakawin Hariwangsa, dan Kakawin Gatotkacasraya. Kakawin Bharatayuddha hanya menceritakan peperangan antara kaum Korawa dan Pandawa yang disebut peperangan Bharatayuddha, sedangkan Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya berisi tentang cerita ketika sang prabu Kresna ingin menikah dengan Rukmini dari negeri Kundina, putri prabu Bismaka. Rukmini adalah titisan Dewi Sri.

Oke … berlanjut kepada isi ramalan tersebut, bahwa Sang Prabu Jayabaya meramalkan tentang keadaan Nusantara di masa mendatang, dan salah satu ramalan yang paling populer adalah ramalan mengenai Kedatangan sang Ratu Adil di Bumi Nusantara ini. Adapun isi ramalannya adalah sebagai berikut :

1. Bait 140Polahe wong Jowo koyo gabah den interi, endi sing bener endi sing sejati, poro topo podho ora wani, podho wedi ngajarake piwulang adi, salah-salah anemahi pati. Terjemahan: Perilaku orang Jawa seperti butiran-butiran padi diatas nampan yang diputar (bulir-bulir padi yg berlarian kesana-kemari saling bertabrakan), mana yang benar mana yang sejati, para pertapa tidak ada yang berani, semua takut mengajarkan ajaran baik, salah-salah bisa mati.

2. Bait 141 : Banjir bandang ono ngendi-endi, gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni. Gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni, margo wedi kapiyak wadine sopo siro sing sayekti. Terjemahan: Banjir bandang terjadi dimana-mana, gunung meletus tak terduga, tanpa memberi isyarat sebelumnya. Bencinya sangat mendalam terhadap pendeta (orang pintar/waskita) yg menjalani tirakat tingkat tinggi, karena takut terbongkar rahasia siapa dirinya yang sejati (sebenarnya).

3. Bait 159 : Selet-selete yen mbhesuk ngancik tutuping Tahun, sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu, Bakal ono dhewo ngejawantah, apengawak manungsa, apasuryo pindho Bethoro Kresno, awatak Bolodhewo, agegaman Trisulo wedho, jinejer wolak-waliking Zaman, wong nyilih ambhalekake, wong Utang ambhayar , Utang Nyawa bhayar nyowo, Utang wirang nyaur wirang. Terjemahan: Selambat-lambatnya nanti menginjak tutup tahun, (sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu = dipimpin 8 dewa, menjabat panglimanya raja = bisa berarti tahun sesuai condro sengkolo). Akan ada dewa menjelma kedunia, berbadan manusia, bermuka seperti Bethara Krisna, berwatak Baladewa, bersenjata Trisula Wedha, sejajar dengan terbaliknya zaman, orang pinjam akan mengembalikan, orang hutang akan menyahur, Hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu nyahur malu

4. Bait 161 : Dunungane ono sikil redhi Lawu sisih wetan, wetane bengawan banyu, adhedukuh pindho Radhen Gatotkoco, Arupa pagupon DORO tundho Tigo, KOYO manungsa angleledho. Terjemahan: Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah timur, sebelah timurnya sungai (Bengawan) air, berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati bertingkat tiga, seperti manusia yang menggoda.

Itulah isi ramalan yang sampai saat ini membuai dan terus menjadi harapan masyarakat Indonesia …

Percayakah anda ??? Itu tergantung persepsi kita yang merupakan masyarakat Indonesia…

Sedikit membuka persepsi saya mengeai Ramalan tersebut, bahwa sesungguhnya maksud dan tujuan dari adanya ramalan tersebut adalah agar supaya kita selaku Bangsa Indonesia tetap memiliki harapan di tengah carut-marutnya negeri ini. Agar kita tetap berusaha sekuat tenaga untuk bangkit di tengah kesusahan yang melanda negeri kita saat ini, bukan malah membuat kita berleha-leha dan terus terbuai mimpi akan kedatangan Sang Ratu Adil dan menjadikan diri kita hanya menunggu dan menunggu entah sampai kapan tanpa berusaha.images

Menelusup ke dalam persepsi yang lebih dalam, bahwa sebenarnya Sang Ratu Adil itu ada dalam diri kita masing-masing, Ratu Adil hanyalah simbol, cerminan sosok manusia yang sempurna yang mampu membuat kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan orang di sekitarnya, termasuk negaranya.

Bukan tidak mungkin Sang Ratu Adil itu adalah diri kita sendiri, ketika kita  sudah mampu memberikan sesuatu yang berguna  untuk dirinya sendiri, keluarganya, masyarakat, dan bahkan untuk bangsa dan negaranya.

Ramalan tetaplah ramalan, tidak akan ada kajian ilmiah yang mungkin mampu untuk membuktikan kebenarannya, sekalipun memang dalam bebrapa ramalan terbukti kebenarannya, tapi bisa saja hal tersebut hanyalah sebuah kebetulan, ataupun hanyalah gambaran secara umum dari perkembangan kehidupan manusia. Karena hidup selalu berpasangan ada siang ada malam, ada laki-llaki ada perempuan, ada naik ada turun, begitupun kehidupan ada masa kehancuran dan ada masa kebangkitan.

Ya memang semua tergantung dari persepsi kita masing-masing dalam menyikapi suatu fenomena, tulisan ini hanyalah sekelumit persepsi saya yang ingin saya tuliskan, percaya dan tidak percaya itu hanyalah dua sisi yang sama memiliki dasar.

About https://insthink.wordpress.com/

MIMPI 1 ( SATU ) MILYAR RUPIAH

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Desember 2015
S S R K J S M
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Insthink ( IMAM ROYANI )

https://insthink.wordpress.com/

https://insthink.wordpress.com/

MIMPI 1 ( SATU ) MILYAR RUPIAH

Tampilkan Profil Lengkap →

Hours & Info

+6282214205656
Follow Inspirational Thinking on WordPress.com

Member of The Internet Defense League

Insthink DayMei 25th, 2015
BALQIS HASNA KHAIRUNNISA

Komunitas

%d blogger menyukai ini: