Seputar Indonesia

Memaknai Pancasila dalam Upaya Membangun Bangsa


Pancasila :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradap
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Mungkin ketika masih sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA kita sering mengucapkan kata-kata di atas baik saat upacara maupun ketika dalam pembelajaran di kelas. Tentunya seluruh orang di penjuru negeri ini pasti  mengenal kata-kata tersebut, yang minimal pernah mendengar kata-kata tersebut. Jika ada yang belum pernah mendengar sama sekali kata-kata tersebut, maka perlu dipertanyakan status kewarganegaraannya, karena kata-kata tersebut merupakan ciri sekaligus dasar negara Indonesia ini.

Pancasila begitulah semua orang di penjuru ini mengenalnya. Lima kalimat yang tercipta melalui proses pemikiran yang sangat panjang oleh para pendahulu negeri ini sehingga dijadikan sebagai dasar negara dengan tujuan seluruh perilaku warga negara ini akan berpedoman terhadap lima dasar tersebut.

Jika kita telaah satu persatu dari kalimat-kalimat yang terdapat dalam Pancasila ini, memang memiliki makna yang sangat dalam, khusunya bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Mungkin jika kita menyadari betapa dalam makna yang tersirat dalam Pancasila ini, kehidupan bangsa kita tidak akan semerawut tidak karuan seperti sekarang ini, bencana dimana-mana, perpecahan, bahkan kemiskinan dan kebodohan yang menjadi masalah utama bangsa kita pun niscaya tidak akan pernah ada.

Bukan tanpa sebuah alasan para pendahulu negeri ini menyusun dan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ini, mereka ingin kehidupan masyarakat Indonesia ini sesuai dan sejalan dengan makna yang terkandung dalam setiap kalimat di dalam Pancasila ini.

Jika kita lihat di zaman ini, mungkin sudah tidak ada lagi orang yang memperdulikan makna dari Pancasila ini sebagai pedoman hidup kita selaku warga negara Indonesia sehingga kita bisa lihat sendiri betapa berantakannya kehidupan di negeri ini. Coba kita maknai setiap kalimat dari Pancasila ini agar kita bisa tahu bagaimana seharusnya kehidupan di negeri ini yang sesuai dengan Pancasila dan coba kita bandingkan bagimana dengan kehidupan bangsa kita sekarang yang saya rasa sudah jauh dari Pancasila ini.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Saya rasa sila pertama dari pancasila ini mengandung makna yang begitu dalam dan sangat mendasar bagi kehidupan negara kita. Makna yang terkandung dalam sila pertama ini bahwa kita sebagai warga negara Indonesia meskipun memiliki banyak perbedaan, namun harus tetap memiliki sat keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pemerintah telah mengakui lima agama yang  ada di negara kita ini, maka berimanlah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang telah diakui oleh pemerintah tersebut. Coba kita lihat saat ini, banyak sekali orang yang mengaku nabi, mendirikan agama di luar agama yang diakui oleh negara kita ini. Saya rasa jika saja mereka yang mengaku nabi dan mendirikan agama-agama di luar agama yang diakui negara kita ini mengerti akan makna dari sila pertama pancasila ini, tentunya  mereka tidak akan melakukan hal-hal seperti itu yang malah bisa menimbulkan perpecahan.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Sila kedua ini saya maknai sebagai sila yang mengatur tentang  hak azasi kita sebagai manusia di negara ini. Tentu sebagai warga negara Indonesia kita memiliki hak-hak dasar, seperti untuk hidup, dihargai, dihormati. Tapi apa yang terjadi di negar kita saat ini ? Pembunuhan terjadi dimana-mana, pemerkosaan ayah terhadap anaknya, bahkan yang sekarang sedang hangat-hangatnya dibicarakan adalah mengenai TKI yang mengalami penyiksaan, pemerkosaan, bahkan sampai dibunuh. Dimana hak mereka sebagai warga negara Indonesia yang dilindungi oleh Pancasila dan Undang-Undang. Jika saja makna dari sila kedua ini direaspi oleh semua elemen khususnya pemerintah, tentu tidak akan terjadi seperti itu, dan tentunya mereka akan mendapat perlakuan yang lebih beradab di dunia  luar.

3. Persatuan Indonesia

Indonesia yang bersatu, rasanya suda sulit kita temui di zaman sekarang. Bahkan para petinggi negara inipun tidak malu lagi memperlihatkan perpecahan di antara satu sama lain. Yang seharusnya mereka bersatu untuk membangun negeri ini, malah mereka yang memberikan contoh kepada masyarakat luas mengeni perpecahan mereka. Saya rasa jika para petingginya saja sudah terpecah belah, bagaimana rakyatnya ?? Itulah akibat dari tidak berpegang teguh kepada pancasila, khususnya sila ketiga ini. Persatuan adalah ciri utama bangsa Indonesia, tapi kini sudah sangat langka sekali menemukan persatuan di negara kita ini, yang ada hanyalah perpecahan. Jika sudah tidak ada persatuan di negar kita ini, saya rasa lambat laun negara inipun sudah tidak akan ada lagi.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Arti penting dari permusyawaratan, saya rasa semua orang di negeri ini sudah tahu, tapi apakah cukup dengan tahu tanpa harus dilaksanakan ? Saya rasa itulah hal yang juga sedang terjadi di negara kita ini, bahwa tidak ada lagi permusyawaratan, segala sesuatunya diselesaikan secara kekerasan. Kita lihat masalah perselisihan suku yang akhir-akhir ini terjadi. Kenapa tidak jika permasalahan itu diselesaikan dengan jalan musyawarah terlebih dahulu, tidak akan timbul korban. Selain itu, di negara kita ini terdapat dewan perwakilan yang mewakili rakyat untk menyampaikan aspirasinya, tapi apakah sudah berfungsi dengan baik ? Saya rasa meskipun semua itu ada, tapi tidak berfungsi dengan baik. Coba kita kembali berpedoman kepada sila ke empat ini, tentu tidak akan ada perselisihan yang menimbulkan korban, tidak akan ada demonstrasi jika para wakil rakyat kita telah bisa mewakili aspirasi rakyat.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sudahkah keadilan sosial ini diterapkan di negeri ini ?? Saya rasa belum, karena jika sudah maka tidak akan ada pengangguran, anak-anak putus sekolah, orang-orang miskin yang tinggal di kolong jembatan. Keadilan sosial ini dimaknai sebagai kesempatan yang sama untuk setiap warga negara dalam memperoleh hak dan dan menjalankan kewajiban mereka. Namun faktanya belum semuanya memperoleh hak dan kewajiban mereka secara maksimal, contohnya saja dalam hal pendidikan yang menjadi kunci utama perubahan negeri ini ke arah yang lebih baik.

Tentunya kita semua sebagai warga negara Indonesia yang baik, menginginkan kehidupan yang sejahtera secara lahir maupun bathin, maka dari itu sangatlah penting mengetahui dan menjalankan makna yang tersirat dari pancasila yang menjadi dasar dari negar kita. Jika pancasila itu sudah mendarah daging dalam diri setiap warga negara Indonesia, niscaya kita akan menjadi bangsa yang merdeka secara lahir dan bathin, namun sebaliknya jika Pancasila itu hanya sebagai pajangan saja, maka kita tinggal menunggu waktu kehancuran bangsa kita, dan tentunya jika itu terjadi makan pecumahlah sudah perjuangan para pendahulu bangsa kita.

 

 

About https://insthink.wordpress.com/

MIMPI 1 ( SATU ) MILYAR RUPIAH

Diskusi

One thought on “Memaknai Pancasila dalam Upaya Membangun Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Desember 2010
S S R K J S M
« Nov   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Insthink ( IMAM ROYANI )

https://insthink.wordpress.com/

https://insthink.wordpress.com/

MIMPI 1 ( SATU ) MILYAR RUPIAH

Tampilkan Profil Lengkap →

Hours & Info

+6282214205656
Follow Inspirational Thinking on WordPress.com

Member of The Internet Defense League

Insthink DayMei 25th, 2015
BALQIS HASNA KHAIRUNNISA

Komunitas

%d blogger menyukai ini: